Cah Lucu

Dah lama banget ya kami ga nulis di blog ini. Ternyata ga gampang ya untuk konsisten nulis. Sebagai pemanasan setelah lama ga nulis, kami ceritain kisah ringan waktu kami pulang kampung ke Indramayu weekend kemarin.

Seperti biasa kami pulang ke Indramayu pake kereta Cireks. Kami nyampe di stasiun Jatibarang sekitar jam 15.30, lebih awal dari yang aku kira. Kami pun duduk di kursi tunggu sambil nunggu Bapak jemput. Ga lama setelah kami duduk, ada nenek-nenek yang jualan krupuk pasir atau lebih terkenal dengan nama krupuk mlarat. Krupuknya dibungkus plastik kecil-kecil, harganya cuma 500 perak. Berniat untuk membantu aku pun beli 4 bungkus, demikian juga dengan mas-mas yang duduk di belakangku. Setelah kami bayar, nenek itu bilang “makasih ya cah lucu” ke aku dan bilang “makasih ya cah ayu” ke Afny. Ga lupa, dia juga bilang “makasih ya cah bagus” ke mas di belakangku. Afny langsung ketawa denger aku dibilang Cah Lucu ama nenek itu. Selama ini Afny sering bilang bahwa wajahku lucu kaya anak kecil apalagi kalo lagi tidur, tapi aku selalu menyangkal dan bilang bahwa wajahku dewasa. Ah si nenek itu terlalu jujur.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s