Welcoming Madinah

“ibu –ibu, bapak bapak, kita akan segera memasuki kota Madinah, marilah kita siapkan hati kita untuk menapaki jejak-jejak Rasulullah SAW yang telah menyampaikan Islam dengan segenap perjuangan dan pengorbanannya, sehingga detik ini kita semua bisa merasakan nikmatnya Iman, nikmatnya Islam.”
Suara Mas Syafii, Umrah Guide kami membangunkanku dari tidur yang tidak nyenyak selama perjalanan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah menuju Madinah. Alhamdulillah, hari ini aku tergabung dalam rombongan Umrah yang Insya Allah akan berada di Madinah dan Mekkah selama 9 hari.
“Madinah adalah nama kota yang digunakan Rasulullah untuk menggantikan nama Yastrib (nama kota Madinah sebelumnya). Kota ini merupakan salah satu dari dua kota utama dimana Rasululluah mensyiarkan wahyu Allah, agama Islam. Setelah Rasulullah berdakwah di Mekkah selama 10 tahun, turunlahperintah Allah untuk berhijrah ke Madinah. Saat awal hijarh kekota Madinah, Rasulullah dan para sahabat singgah di Masjid Quba yg ada di sebelah kanan kita ini.” Papar Mas Syafii menjelaskan bangunan masjid bersejarah yang tampak dari balik jendela bis yang kutumpangi.

Rasululllah kemudian membangun masjid Nabawi yang kemudian menjadi pusat Dakwah di Madinah.
Saat memasuki kawasan Madinah, Mas Syafii mengajak kami untuk melantunkan shalawat bersama sama
“Shalatullah Shallamullah, Ala Yasin Habibilah, Shalatullah Shalamullah, Ala Thoha Rasulillah”
Seketika basah hati ini, tak kuasa aku bendung air mata yg sedari tadi mmg sudah menupuk di pelupuk mata menahan rasa haru. Aku sungguh berbahagia mendatangi kota ini, seakanakan kerinduan akan kekasih Allah, Rasulullah SAW terobati.
Terbayang dalam ingatan bagaimana perjuanangan Rasulullah memperjuangkan agama ini. Dicacimaki, di anggap gila, dituduh sebagai tukang sihir dan sebagainya. Dan beliau tetap lembut pada orang orang yg membencinya..Subhanallah.
Sungguh kukagumi bagaimana Allah telah mentakdirkannya mengawal terbentuknya generasi KhulafaurRoshydin yg kemudian memegang tongkat estafet untuk menyebarkan ajaran Islam hingga saat ini telah begitu luas tersebar diseluruh penjuru dunia.
Bibir dan hati ini tak henti mengucap takbir , Allahu Akbar, tasbih, Subhanallah… Aku masih seakan bermimpi mendapatkan semua karunia ini. Aku menjadi tamu Allah, aku diberikan kenikmatan takterkira untuk berkunjung langsung menapaki jejak perjuangan Rasulku dan parasahabatnya. Sungguh syukur takterkira kupanjatkan hingga serayaberdoa:
“Ya Allah tetapkanlah hati inidalam Islam, Jadikan hamba istiqomah dijalan kebaikan dan kebenaran. Jadikan hamba dan suami bagiandari barisan dakwah yang tidak pernah mati hingga Yaumul Akhir, menebar banyak kemanfaatan untuk sekitar. Ya Allah karuniakan kami anak2 yg sholih dan sholihah.”
Robbana atina fiddunya hasanah wafilakhiroti hasanah waqina ‘adzabannar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s